AUD/USD Naik di Tengah Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga RBA, Data Tiongkok yang Kuat

  • AUD/USD menguat saat pasar mengantisipasi kenaikan suku bunga lainnya dari Reserve Bank of Australia.
  • RBA diprakirakan akan menaikkan suku bunga kebijakannya pada hari Selasa, memperkuat ekspektasi sikap moneter yang masih restriktif.
  • Data ekonomi Tiongkok yang lebih kuat dari prakiraan juga mendukung Dolar Australia, yang tetap terkait erat dengan Tiongkok.

AUD/USD naik pada hari Senin, diperdagangkan di sekitar 0,7060 pada saat berita ini ditulis, naik 1,16% pada hari ini. Pasangan mata uang ini rebound dengan kuat setelah dua hari mengalami penurunan, didukung oleh pembaruan optimisme seputar Dolar Australia (AUD) dan ekspektasi pengetatan moneter lebih lanjut di Australia.

Para investor sedang mengantisipasi keputusan kebijakan moneter Reserve Bank of Australia (RBA) yang akan diumumkan pada hari Selasa. Pasar secara luas memprakirakan bank sentral akan memberikan kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin lagi, yang akan membawa Official Cash Rate menjadi 4,10%. Pada pertemuan sebelumnya di bulan Februari, RBA telah menaikkan suku bunganya menjadi 3,85% sambil tetap membuka kemungkinan pengetatan lebih lanjut guna mengendalikan tekanan inflasi.

Menurut ekonom DBS Bank, Philip Wee, Dolar Australia saat ini didukung oleh fundamental domestik yang relatif hawkish, meskipun lingkungan global tetap ditandai oleh penghindaran risiko yang terkait dengan ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Bank mencatat bahwa pasar sebagian besar telah memperhitungkan kenaikan suku bunga RBA lainnya, yang dapat membantu mendukung AUD/USD selama kebijakan moneter AS tidak menjadi lebih restriktif.

Para analis di BBH memiliki pandangan serupa. Bank melihat kenaikan suku bunga lainnya sebagai skenario dasar, menyoroti bahwa inflasi Australia tetap tinggi di sekitar 3,8% YoY, yang membenarkan pemeliharaan sikap moneter yang restriktif untuk menahan tekanan harga.

Sementara itu, Dolar AS (USD) tetap sedikit defensif menjelang keputusan kebijakan Federal Reserve (The Fed) yang dijadwalkan pada hari Rabu. Pasar sebagian besar memprakirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga tidak berubah, saat ini di kisaran 3,50%-3,75%, yang membatasi pemulihan Greenback untuk saat ini.

Dolar Australia juga mendapatkan dukungan dari data ekonomi Tiongkok yang lebih kuat dari prakiraan. Menurut National Bureau of Statistics (NBS), Penjualan Ritel Tiongkok pada periode Januari-Februari naik 2,8% YoY, melampaui ekspektasi pasar, sementara Produksi Industri meningkat sebesar 6,3% selama periode yang sama. Indikator-indikator ini cenderung menguntungkan Dolar Australia, karena ekonomi Australia sangat bergantung pada permintaan Tiongkok untuk ekspor komoditasnya.

Harga Dolar Australia Hari Ini

Tabel di bawah menunjukkan persentase perubahan Dolar Australia (AUD) terhadap mata uang utama yang terdaftar hari ini. Dolar Australia adalah yang terkuat melawan Dolar AS.

USD EUR GBP JPY CAD AUD NZD CHF
USD -0.65% -0.60% -0.33% -0.38% -1.13% -1.37% -0.42%
EUR 0.65% 0.14% 0.31% 0.29% -0.47% -0.60% 0.23%
GBP 0.60% -0.14% 0.25% 0.15% -0.61% -0.76% 0.13%
JPY 0.33% -0.31% -0.25% -0.01% -0.78% -0.86% -0.08%
CAD 0.38% -0.29% -0.15% 0.00% -0.75% -0.91% -0.01%
AUD 1.13% 0.47% 0.61% 0.78% 0.75% -0.15% 0.82%
NZD 1.37% 0.60% 0.76% 0.86% 0.91% 0.15% 0.90%
CHF 0.42% -0.23% -0.13% 0.08% 0.01% -0.82% -0.90%

Heat Map menunjukkan persentase perubahan mata uang utama terhadap satu sama lain. Mata uang dasar diambil dari kolom kiri, sedangkan mata uang pembanding diambil dari baris atas. Misalnya, jika Anda memilih Dolar Australia dari kolom kiri dan berpindah sepanjang garis horizontal ke Dolar AS, persentase perubahan yang ditampilkan dalam kotak akan mewakili AUD (dasar)/USD (pembanding).

Bagikan: Pasokan berita