Indonesia: Tekanan Inflasi dari Minyak dan Hari Raya – DBS
DBS Group Research memprakirakan inflasi IHK Indonesia bulan Maret tetap kuat di 4% tahun-ke-tahun, sedikit di bawah 4,8% pada bulan Februari, tetapi dengan laju bulanan yang lebih cepat. Para analis menyoroti dampak kenaikan harga energi dan permintaan selama musim liburan, serta efek dasar. Opsi kebijakan termasuk mempertahankan harga bahan bakar ritel melalui penghematan anggaran, meskipun konflik yang berkepanjangan dapat memaksa kenaikan harga atau pemotongan subsidi.
IHK Diprakirakan Tetap Kuat karena Energi dan Liburan
"Inflasi Maret diprakirakan tetap kuat di 4% YoY, dibandingkan dengan 4,8% pada bulan sebelumnya, dengan laju bulanan yang lebih cepat daripada rata-rata sebelumnya, mencerminkan dampak awal dari harga energi yang tinggi dan tekanan harga yang dipicu oleh Hari Raya."
"Efek dasar juga akan menjaga tren tetap kuat."
"Garis pertahanan paling langsung kemungkinan adalah mempertahankan harga bahan bakar ritel tidak berubah, menggunakan penghematan anggaran untuk mengimbangi biaya yang lebih tinggi."
"Namun, jika konflik berlanjut dan harga bahan bakar tetap tinggi hingga Kuartal II, kemungkinan kenaikan harga atau pengurangan subsidi akan meningkat."
(Artikel ini dibuat dengan bantuan alat Kecerdasan Buatan dan ditinjau oleh editor.)