Emas Kesulitan untuk Pertahankan Kenaikan meskipun Dolar AS Lebih Lemah

  • Emas memangkas kenaikan setelah mencapai level tertinggi tiga pekan akibat berita gencatan senjata AS-Iran.
  • Dolar AS yang melemah dan harga Minyak yang turun mendukung XAU/USD.
  • Dari sisi teknis, XAU/USD menunjukkan bias bullish ringan karena bertahan di atas SMA 100 hari, dengan indikator-indikator momentum mulai mendukung.

Emas (XAU/USD) memangkas sebagian kenaikannya setelah naik ke level tertinggi tiga pekan pada hari Rabu menyusul berita gencatan senjata dua minggu antara Amerika Serikat dan Iran. Pada saat berita ini ditulis, XAU/USD diperdagangkan di sekitar $4.755, naik hampir 1% dalam sehari setelah menyentuh harga tertinggi dalam perdagangan harian di $4.857.

Gencatan Senjata AS-Iran Mengangkat Sentimen Pasar

Presiden AS, Donald Trump, mengumumkan di Truth Social bahwa ia telah setuju untuk menangguhkan serangan terhadap Iran selama dua minggu, dengan syarat Teheran memastikan "pembukaan Selat Hormuz penuh, segera, dan aman." Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, juga menyatakan bahwa transit aman melalui Selat tersebut dapat dipertahankan selama periode ini dengan koordinasi bersama angkatan bersenjata Iran.

Putaran pertama negosiasi dijadwalkan berlangsung di Islamabad pada hari Jumat, di mana proposal perdamaian 10 poin Iran akan dibahas. Trump menggambarkan proposal tersebut sebagai "dasar yang dapat dikerjakan untuk bernegosiasi."

Berita gencatan senjata meredakan kekhawatiran akan perang berkepanjangan dan mengangkat sentimen pasar, mendukung sentimen risk-on. Ekuitas global menguat sementara Dolar AS (USD) berada di bawah tekanan luas, memberikan dukungan pada XAU/USD. Indeks Dolar AS (DXY), yang melacak Greenback terhadap sekeranjang enam mata uang utama, diperdagangkan di sekitar 98,80, turun hampir 0,87% dalam sehari.

Namun, ketidakpastian tetap tinggi. Menurut Tasnim News Agency Iran, mengutip sumber tak dikenal, Teheran memperingatkan dapat menarik diri dari kesepakatan gencatan senjata jika serangan terhadap Lebanon terus berlanjut.

Penurunan Harga Minyak Meredakan Kekhawatiran Inflasi

Sementara itu, harga Minyak juga turun tajam, dengan WTI turun lebih dari 10% dan diperdagangkan di dekat $87 pada saat berita ini ditulis. Penurunan harga Minyak Mentah membantu meredakan tekanan inflasi dan mungkin mengurangi kebutuhan kebijakan moneter yang lebih ketat dari bank-bank sentral besar.

Perubahan ekspektasi ini mendukung Emas, yang sebelumnya mengalami kesulitan karena pasar memperhitungkan prospek suku bunga lebih tinggi untuk jangka waktu lebih lama, terutama dari Federal Reserve (The Fed).

Meski demikian, logam mulia ini tidak menunjukan tindak lanjut aksi beli yang kuat karena para pedagang memprakirakan The Fed bersabar sebelum melanjutkan pemotongan suku bunga, dengan data Nonfarm Payrolls (NFP) AS terbaru menunjukkan pasar tenaga kerja stabil dan harga Minyak masih berada di atas level-level pra-konflik, menjaga risiko inflasi tetap menjadi titik fokus.

Ke depan, para investor akan mengamati dengan cermat risalah rapat The Fed bulan Maret, yang akan dirilis pada perdagangan sesi Amerika, untuk mencari petunjuk baru mengenai prospek kebijakan moneter.

Analisis Teknis: XAU/USD Bergerak di Antara SMA Utama saat Momentum Membaik

Berdasarkan grafik harian, XAU/USD berada di antara moving average utamanya, bertahan di bawah Simple Moving Average (SMA) 50 hari di $4.927,91 tetapi di atas SMA 100 hari di $4.667,44, yang mengindikasikan bias netral jangka pendek secara luas dalam kisaran yang sedang berkembang. Momentum sedikit konstruktif, dengan Relative Strength Index (14) berada di dekat garis tengah dan Moving Average Convergence Divergence (MACD) di wilayah positif, mengisyaratkan bahwa para pembeli masih memiliki keunggulan tipis sementara harga tetap dibatasi oleh level-level referensi tren di atas.

Di sisi atas, resistance terdekat ditentukan oleh SMA 50 hari, dan penembusan berkelanjutan di atas penghalang ini akan membuka jalan bagi fase pemulihan yang lebih tegas. Di sisi bawah, support awal berada di SMA 100 hari dekat $4.667,89, di mana penembusan jelas ke sisi bawah kemungkinan akan mengalihkan fokus kembali ke pergerakan korektif yang lebih dalam meskipun momentum membaik saat ini.

(Analisis teknis dalam cerita ini ditulis dengan bantuan alat AI.)

Indikator Ekonomi

Risalah Rapat FOMC

FOMC singkatan dari Federal Open Market Committee yang mengatur 8 pertemuan dalam setahun dan ulasan kondisi ekonomi dan keuangan, menentukan sikap yang tepat dalam kebijakan moneter dan menilai risiko terhadap tujuan jangka panjang atas stabilitas harga dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. FOMC Minutes yang dirilis oleh Dewan Gubernur Federal Reserve dan panduan yang jelas untuk kebijakan suku bunga AS di masa yang akan datang.

Baca lebih lanjut

Rilis berikutnya Rab Apr 08, 2026 18.00

Frekuensi: Tidak teratur

Konsensus: -

Sebelumnya: -

Sumber: Federal Reserve

Risalah Rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) biasanya diterbitkan tiga minggu setelah hari keputusan kebijakan. Investor mencari petunjuk mengenai prospek kebijakan dalam publikasi ini di samping pembagian suara. Nada bullish kemungkinan akan memberikan dorongan bagi greenback sementara sikap dovish dipandang sebagai USD-negatif. Perlu dicatat bahwa reaksi pasar terhadap Risalah Rapat FOMC dapat tertunda karena outlet berita tidak memiliki akses ke publikasi sebelum rilis, tidak seperti Pernyataan Kebijakan FOMC.

Bagikan: Pasokan berita