Rupee India Pulih Lebih Lanjut saat Optimisme Kesepakatan Iran Meningkatkan Tekanan pada Harga Minyak
- Rupee India diperdagangkan dengan kuat terhadap Dolar AS di sekitar 95,90 di tengah harapan kuat kesepakatan AS-Iran.
- Iran tetap teguh mempertahankan persediaan uranium dan otoritas atas Selat Hormuz.
- FII dapat terus mengurangi kepemilikan di pasar saham India karena kurangnya saham-saham terkait AI.
Rupee India (INR) melanjutkan pemulihannya terhadap Dolar AS (USD) pada hari Jumat. Pasangan mata uang USD/INR turun mendekati 95,90 karena pelemahan harga minyak akibat optimisme yang meningkat bahwa Amerika Serikat (AS) dan Iran akan segera mencapai kesepakatan telah memperkuat Rupee India.
Pada saat berita ini ditulis, harga Minyak WTI diperdagangkan turun 0,7% di sekitar $96,27, mendekati level terendah mingguan $94,94 yang tercatat pada hari Kamis.
Mata uang dari negara-negara seperti India, yang sangat bergantung pada impor minyak untuk memenuhi kebutuhan energi mereka, menarik minat beli setelah koreksi tajam harga minyak.
Draf Final Kesepakatan AS-Iran Telah Disiapkan
Pada hari Kamis, Iranian Labour News Agency (ILNA) melaporkan bahwa draf akhir antara Washington dan Tehran telah dicapai dengan mediasi dari Pakistan, dan kesepakatan dapat diumumkan dalam beberapa jam ke depan. Berita ini memicu pemulihan tajam pada aset-aset berisiko dan memberikan tekanan berat pada harga minyak.
Namun, para pelaku pasar masih khawatir apakah kesepakatan antara kedua pihak akan tercapai, karena Iran tetap bersikeras mempertahankan stok uranium hampir setingkat senjata di Iran dan pengakuan atas otoritas Teheran di Selat Hormuz.
Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, juga telah mengonfirmasi bahwa ada "beberapa tanda baik" dalam perundingan untuk mengakhiri perang di Timur Tengah, tetapi perbedaan masih ada terkait stok uranium Tehran dan pengendalian jalur air tersebut.
FII Tetap Menjadi Penjual Bersih Selama Tiga Hari Perdagangan Berturut-turut
Investor asing terus melepas kepemilikan mereka di pasar saham India di tengah kekhawatiran terhadap proyeksi pendapatan perusahaan-perusahaan India, dengan harga minyak yang masih tinggi. Pada hari Kamis, Investor Institusional Asing (Foreign Institutional Investors/FII) menjadi penjual bersih selama tiga hari berturut-turut dan melepas saham senilai Rs. 1.891,21 crore.
Para analis di Bank of America (BofA) menyatakan bahwa tekanan jual dari FII dapat berlanjut hingga 2028, karena dana asing mengejar saham-saham terkait Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) di Asia lainnya. BofA memproyeksikan pertumbuhan pendapatan perusahaan-perusahaan India sekitar 8,5% pada tahun fiskal saat ini, sementara pasar di Korea Selatan dan Taiwan diprakirakan memberikan pertumbuhan pendapatan yang lebih kuat.
Prakiraan The Fed Hawkish Mendukung Dolar AS
Dolar AS mencerminkan penguatan yang lebih luas meskipun harga minyak menurun karena optimisme yang meningkat atas kesepakatan AS-Iran. Pada saat berita ini ditulis, Indeks Dolar AS (DXY), yang mengukur nilai Greenback terhadap enam mata uang utama, naik mendekati 99,25, tidak jauh dari level tertinggi enam minggu 99,51.
Dolar AS tetap secara umum kuat karena para pedagang yakin bahwa Federal Reserve (The Fed) tidak akan menurunkan suku bunga tahun ini. Menurut CME FedWatch tool, peluang The Fed mempertahankan suku bunga acuan di level-level saat ini atau menaikkan suku bunga setidaknya satu kali tahun ini masing-masing sebesar 50,8% dan 48,1%.
Analisis Teknis: USD/INR Melihat Support Terdekat di Dekat EMA 20 Hari

USD/INR jatuh lebih jauh ke dekat 95,90 pada hari Jumat. Namun, pasangan mata uang ini mempertahankan bias bullish jangka pendek karena bertahan di atas Exponential Moving Average (EMA) 20 hari di 95,40, menjaga tren naik terbaru tetap utuh.
Relative Strength Index 14-hari turun ke dekat 60 setelah berubah menjadi jenuh beli, mengindikasikan para pembeli masih mengendalikan pasar, meskipun momentum ke atas telah melambat.
Di sisi bawah, support terdekat terlihat di EMA 20 hari di sekitar 95,40, dengan level spot saat ini sendiri berfungsi sebagai pivot terdekat selama penutupan harian tetap di atas moving average tersebut. Penembusan berkelanjutan di bawah EMA 20 hari akan mengindikasikan fase korektif yang lebih dalam menuju 95,00. Melihat ke atas, pasangan mata uang ini dapat menguji 98,00 jika berhasil menembus resistance kuat di atas 97,00.
(Analisis teknis dalam berita ini ditulis dengan bantuan alat AI.)